Bantu Maria (pasien Lupus) untuk Terapi Laser

Bogor, Jawa Barat
female     33 years     LUPUS

Maria, (33 tahun). Wanita lajang ini menderita sakit lupus. Penyakit lupus adalah suatu gangguan sistem kekebalan yang terjadi di dalam tubuh. Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit auto imun yang menyebabkan sel-sel tubuh rusak dan mengalami peradangan. Sederhananya, penyakit lupus adalah kondisi di mana tubuh memproduksi antibodi secara berlebih. Selain itu, dia juga mengalami peradangan sendi dan gangguan sistem pembekuan darah. Akibat gangguan ini, maka sejak tahun 2014 mengalami keterbatasan dalam aktivitas fisik.


Sebelumnya Maria bekerja di salah satu perusahaan swasta dan membuka usaha makanan. Maria berkata, “Pada awalnya saya merasakan sering lemas yang tak biasanya, tensi rendah setiap hari, kulit merah, bibir jontor, mimisan, sariawan jamur, dan sesak napas. Lama-kelamaan tulang saya terasa linu dan kaku, bahkan hingga tidak digerakkan. Mulut saya juga tidak bisa untuk berbicara. Saya mengalami syok, tapi hanya bisa menangis. “

Semula dokter menduga Maria mengalami alergi biasa dan kelelahan. Namun setelah mengkonsumsi berbagai obat, ternyata tidak menunjukkan perubahan yang lebih baik. “Saya sampai tidak mengenali tubuh saya sendiri,” jelas Maria.

Karena tubuhnya terlalu lemah, maka Maria mengundurkan diri dari pekerjaannya. Dia juga menutup usaha sampingannya, karena seluruh modal dan aset, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga rumah, telah terjual untuk biaya berobat. Untuk berobat saja Maria butuh biaya Rp. 8 juta/bulan. Itu belum termasuk biaya lainnya. Saat itu penyakit lupus menyerang organ tubuhnya secara bergantian, mulai dari menyerang ginjal, hati, paru, jantung, kulit, sendi, syaraf, penglihatan, hingga rahim. Maria juga pernah menjalani operasi pada jari karena ujung-jarinya membiru dan bernanah.


Seiring berjalannya waktu, berkat dukungan teman-teman, kondisi kesehatannya mengalami kemajuan. Maria sudah mulai beraktivitas berjualan online berupa makanan, meskipun itu belum rutin. Namun demikian sekarang beberapa organ mengalami kerusakan permanen seperti :

1) SNH (stroke non hemoragik) seringkali membuat Maria blank & gemetar.

2) MATA, kedua mata katarak & mata kanan kerusakan syaraf retina belakang. Tidak dapat dioperasi hanya memakai obat tetes saja

3) RADIKULOPATI lumbal L3-L4, kerusakan syaraf sumsum tulang belakang, membuat ruang gerak terbatas tidak kuat duduk & berdiri terlalu lama karena akan membuat linu & kaku dari panggul ke kaki, dan ngompol tanpa kebelet.

4) BURSITIS pada bahu membuat sulit gerak menaikan bahu, kaku linu perih area bahu-dada kanan, kebas sampai ke lengan.

5) GIGI, beberapa gigi tanggal bergantian & harus dicabut.


Untuk sumber penghasilan Maria mencoba berjualan makanan berupa asinan buah via on line (group WA saja) karena kalau jualan on line via Go Food, kondisinya tdk memungkinkan untuk mengerjakan sendiri karena LUPUS tidak boleh kelelahan. Apalagi sekarang geraknya terbatas akibat bursitis.


“Setiap hari saya sudah tidak asing dengan aneka rasa di tubuh seperti nyeri, mual, pusing melayang, sakit gigi, sendi linu, panas dingin. Ditambah dengan Bursitis & Radikulopati yang semakin lama semakin menghambat pergerakan saya, memaksa saya menghentikan sementara kegiatan memasak yang menjadi mata pencaharian saya sekarang,” kata Maria.

Dokter menyarankan kepada Maria untuk terapi laser rutin selama sebulan. Pada 2 minggu pertama, terapi dilakukan setiap hari.  Lalu 2 minggu berikutnya bisa dilakukan 2-3 hari sekali. Biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 200.000,- /hari.  Sampai bulan Maret 2019, Maria sudah menjalani terapi laser sebanyak dua kali. Akan tetapi karena kekurangan biaya, maka dia menghentikannya.

Selain itu saya pun harus rutin cek up ke RSCM sebulan sekali, tp jika kondisi saya lagi drop bisa sebulan 2 x, bahkan bisa lebi, tergantung kondisi kesehatan saya.


Pengajuan :

Biaya laser 2 minggu pertama Rp 2.400.000,- (12 hari x Rp 200.000,-)

Biaya laser 2 minggu berikutnya Rp 1.200.000,- (6 kali laser x 200.000,-)

Transport Rp 540.000,- (18 kali kunjungan x 30.000,-)

Transport cek up dari Bogor ke RSCM Rp 500.000,- (@100.000,-  per bln x 5 bln

Uang makan saat cek up di RSCM Rp 500.000,- (@100 x 5 bulan)

Vitamin yg tdk di coer BPJS Rp 1.100.000,- (@550.000,- per tiga bulan x 2 bulan

TOTAL Rp 6.240.000,-

 

 
28 Mar
Seseorang menyumbang Rp. 100.000 kepada Maria Christina Sutanto
28 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 100.000 kepada Maria Christina Sutanto
28 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 100.000 kepada Maria Christina Sutanto
28 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 50.185 kepada Maria Christina Sutanto
28 Mar 2019
27 Mar
Seseorang menyumbang Rp. 2.000.449 kepada Maria Christina Sutanto
27 Mar 2019
26 Mar
Seseorang menyumbang Rp. 500.000 kepada Maria Christina Sutanto
26 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 300.109 kepada Maria Christina Sutanto
26 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 150.421 kepada Maria Christina Sutanto
26 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 50.921 kepada Maria Christina Sutanto
26 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 1.000.847 kepada Maria Christina Sutanto
26 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 1.000.575 kepada Maria Christina Sutanto
26 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 1.000.691 kepada Maria Christina Sutanto
26 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 150.967 kepada Maria Christina Sutanto
26 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 100.545 kepada Maria Christina Sutanto
26 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 100.767 kepada Maria Christina Sutanto
26 Mar 2019
Seseorang menyumbang Rp. 200.187 kepada Maria Christina Sutanto
26 Mar 2019
25 Mar
Seseorang menyumbang Rp. 200.020 kepada Maria Christina Sutanto
25 Mar 2019