Bantu Nuriati agar rumahnya tidak bocor lagi

Mamuju Tengah, Sulawesi Barat
female     36 years     Bedah Rumah

Nuriati 36 tahun, sehari-harinya di sapa Mama Ratih ini, adalah seorang ibu rumah tangga yang masih harus berjuang demi anak-anaknya. Nuriati di karunia 5 orang anak dari pernikahannya dengan Herman. Ratih kls 6 SD, Rian kelas 4 SD, Ramond kelas 3 SD, Rachel dan Karel yang belum sekolah.


Herman, suami Nuriati tinggal di kota lain untuk mencari nafkah bagi anak istrinya. Namun penghasilan Herman sebagai pencetak batu bata merah dengan upah Rp 100,- per buah belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan istri, anak dan mertua.


Nuriati mencari penghasian tambahan dengan memeliharan hewan piaraan orag lain, setelah hewan tersebut besar, hasil penjualan akan dibagi dua. Namun penjualan pun hanya terjadi setahun sekali. Jangankan memenuhi kebutuhan gizi setiap anak-anaknya, untuk makan sehari-hari saja terkadang tidak cukup.  Ditambah keadaan rumah yang sebagian masih menggunakan terpal karena kurangnya material, apalagi atap dapur sudah ada beberapa titik yang bocor karena atap rumbia (daun sagu) yang digunakan sebagian sudah lapuk. Jika hujan,maka lantai rumah akan becek karena masih lantai tanah. Untuk penerang Nuriati menggunakan lampu petromak minyak tanah karena tidak mampu membayar listrik

Nuriati mendambakan tempat tinggal yang sederhana dan tidak bocor, untuk itu Nuriati membutuhkan biaya untuk mengganti dindingya.


Pengajuan :

Atap seng 20 lbr @56.000,- Rp 1.120.000,-

Triplek 4 lbr @60.000,- Rp 240.000,-

Semen 4 sak @48.000,- Rp 192.000,-

Papan utk dinding Rp 1.200.000,-

Beras 2 karung Rp 540.000,-

TOTAL Rp 3.292.000,-